Novel Sejarah Kerajaan Balok Belitong Abad Ke-18.

Perbedaan budaya tidak menjadi hambatan bagi Pangeran Siasip dan Alina Guan. Anehnya, jalinan kasih mereka justru bermasalah setelah direstui Raja Balok Cakraningrat II. Dalam pelarian, mereka mengungkap rahasia legenda Yin Galema.

Sementara itu, hubungan Kerajaan Balok sedang memanas dengan Kerajaan Mataram. Balok memang kerajaan kecil, tetapi perannya di salah satu jalur pelayaran penting (poros maritim dunia) pada abad ke-18 tidak dapat diremehkan. Armada lautnya ditakuti para perompak. VOC pun menyegani kerajaan ini.

Sengketa cinta Siasip dan Alina berjalin dengan sengketa takhta kerajaan. Benarkah cinta pasti akan selalu menang? Bagaimana jika ternyata kekuasaan tidak kalah menggiurkan? Apakah benar upeti yang dibawa Alina dari Tumasik akan diberikan oleh Raja Balok ke Mataram sebagai penebus utang kepada VOC?

Novel ini lahir dari ketekunan pengarang menggali sejarah tentang Kerajaan Balok yang belum banyak diketahui dan kepandaiannya merangkai cerita.

Ian Sancin lahir di Tanjungpandan, kota negeri peninggalan Kerajaan Balok Belitong. Novel pertamanya Yin Galema diterbitkan pada 2009.

Ian Sancin Lahir di Tanjung pandan Belitung pada 23 Mei 1963, menetap di Pangkalpinang tahun 1980. Sebagian besar aktivitas kesehariannya adalah membaca dan menulis.

Tahun 1985 aktif di Teater dan salah satu naskahnya dengan judul Fatamorgana memenangkan lomba pementasan se Kotamadya Pangkalpinang.

Ian Sancin mulai mengirimkan tulisan ke berbagai media masa dimulai tahun 1986 dan cerpen pertamanya dimuat majalah “Famili” dengan judul “Duka Biru”.

Tahun 1991, dia bergabung dengan kelompok Jurnalis LEMJURI, Jakarta. Tahun 1996, dia bergabung dengan kelompok diskusi ASH-SHIDDIQ INTELLECTUAL FORUM, Bandung.

Pada tahun 2000, dia memenangi lomba cerpen “Bangka Pos” dengan judul “Limpai”. Pada tahun yang sama, dengan beberapa teman, dia mendirikan Lembaga Kebudayaan AKAR. Tahun 2001, dia bergabung dengan Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia IPJI.

Puisinya tercatat di beberapa antologi, di antaranya antologi puisi penyair se-Sumatera “Memburu Makna ke Padang Kata” tahun 2002.

Tahun 2003, dia bergabung dengan Perkumpulan DEMOS Jakarta dalam riset masalah demokrasi di Bangka Belitung. Tahun 2003, dia menjadi peserta aktif Kongres Cerpen se-Indonesia Tanjungkarang Lampung. Tahun 2004, dia menjadi anggota tim penulisan buku sejarah “Catatan Sejarah Terbentuknya Provinsi Bangka Belitung”. Tahun 2005, dia menjadi peserta aktif Kongres Cerpen se-Indonesia di Pekanbaru Riau.

Tahun 2006, Ian Sancin ikut mendirikan lembaga kajian “Pusaran Arus Pemikiran Baru” atau SAPIR INSTITUTE dan mengemban jabatan Direktur Bidang Lintas Sosial Budaya. Tahun 2007 namanya tercatat di kumpulan Penyair seIndonesia dalam “142 Penyair Menuju Bulan”.

Saat ini, Ian Sancin aktif menulis serta memberdayakan budaya Bangka Belitung, juga menulis artikel, esai, cerpen, puisi, skenario film lepas, dan lainnya.

Penulis

Ian Sancin

Galeri

S

Penerbit Serambi

Jln. Kemang Timur Raya No. 16
Jakarta 12730, Indonesia
Phone :(021) 7199621 (Hunting)
Fax :(021) 7199623
Email : info@serambi.co.id | tokobuku@serambi.co.id

Kantor Marketing

Jln. Rancho Indah Rt.008/Rw.002
No.60 Tanjung Barat, Jagakarsa
Jakarta Selatan 12530
Phone. (021) 7810073

Sending...